Cover Story One Piece Chapter 7: Kehidupan Gedatsu di Blue Sea

November 01, 2018 0

Cover Story One Piece Chapter 7: Kehidupan Gedatsu di Blue Sea



Cover Story One Piece Chapter 7: Kehidupan Gedatsu di Blue Sea



Setelah jatuh dari skypie, Gedatsu mendarat d sbuah daratan yang dipenuhi lubang. Disnalah dia bertemu dengan Goro, ternyata lubang" tersebut adalah hasil kerja Goro dalam mencari sumber air panas. Gedatsu dan Goro memulai perkenalan mereka. Goro mengajak Gedatsu singgah di rumahnya dan bercerita tentang impiannya mendirikan pemandian air panas dan Gedatsu pun ingin menjadi chief di Blue Sea. Karena Goro telah berbaik hati kepada Gedatsu, Gedatsu pun ingin menolong Goro dalam mewujudkan impiannya. Hari" pertama Gedatsu di Blue Sea sangat berat, dia belum terbiasa dengan udara di Blue Sea, dia juga harus beradaptasi dengan makanan Blue Sea yang di berikan Goro.

Goro juga mengajarkan budaya mandi orang Blue Sea kepada Gedatsu, setelah mulai terbiasa dengan kondisi Blue Sea. Gedatsu pun mulai dapat menggunakan kekuatannya bahkan sempat membengkokkan alat penggali tanahnya dan mengakibat kan tsuchibanchyou, tikus mondok raksasa merasa terganggu dengan ulahnya. Secara tiba" tsuchibanchyou muncul di hadapan Goro dan Gedatsu, spontan dengan kekuatannya Gedatsu memukul jatuh tikus itu. Dan akhirnya Goro dan Gedatsu memanfaatkan tikus tersebut untuk menggali sumber air panas dengan cara menumpang pada helm yang di pakai tsuchibanchyou. Setelah menggali cukup dalam mereka pun menemukan sumber air panas. Merereka pun merayakan penemuan besar mereka hingga mengundang wood captain, seekor baboon besar ahli kayu yang merasa tergangu dengan keributan yang mereka buat. Sekali lagi Gedatsu memukul tamu yang tak diundang tersebut. Setelah kejadian pemukulan tersebut, mereka kembali memanfaat teman baru mereka dengan menugaskan wood captain (si baboon) untuk melanjutkan pembuatan pemandian air panas di darat, sementara Goro dan Gedatsu melanjutkan penggalian bersama sang tikus.

Diluar dugaan, penggalian mereka berujung pada sebuah oase di padang pasir, ternyata mreka tembus ke arabasta. Disisni terjadi pertemuan yang tidak diduga sama sekali, Goro dan gedatsu bertemu Toto dan anaknya kohza. Ternyata Goro adalah adik kandung Toto dan merupakan paman dari Kohza. Setelah mereka kembali, mereka terkejut dgn hasil kerja wood captain yang sangat bagus dalam pembangunan tempat pemandian.Setelah pemandian air panas selesai di bangun, lorong yang tadinya di dilalui Goro dan Gedatsu diresmikan sebagai jalur resmi yang menghubungkan negara pasir dan pemandian air panas milik Goro dan Gedatsu. Pemandian itu sendiri di beri nama "ukkari hot spring island". Jalur akses ini memanfaatkan si kepiting raksasa, hasami atau Scissor sebagai alat transportasinya. Putri Vivi dan beberapa pengawal kerajaan arabasta pun seperti Pell, Chaka, Igaram bahkan Karu berkunjung ke pamandian air panas ukkari hot spring island. Gedatsu pun diangkat menjadi boss pemandian air panas dan goro pun dapat mewujudkan impiannya mendirikan pemandian air panas. "ukkari hot spring island".

































Cover Story One Piece Chapter 6: Pencarian Ace Terhadap Kurohige

November 01, 2018 0

Cover Story One Piece Chapter 6: Pencarian Ace Terhadap Kurohige



Cover Story One Piece Chapter 6: Pencarian Ace Terhadap Kurohige



Disebuah pulau di Grand Line, tepatnya di sebuah restoran yang bernama “Pasta Lake” tampak seorang pelayan sedang mengejar seorang pelanggan yang kabur setelah menyantap makanan disana. Ternyata orang makan tanpa bayar tersebut adalah Ace, komandan divisi 2 Bajak Laut Whitebeard yang sedang dalam pecariannya terhadap Blackbeard.

Dikota ini, Ace terus mencari info tentang keberadaan Blackbeard (Marsall D. Teach) dengan bertanya kepada warga setempat. Akhirnya Ace mendapat sedikit bocoran tentang keberadaan Blackbeard, dengan informasi ini Ace menemui orang yang disebutkan oleh warga tadi. Setelah bertemu dengan orang yang dimaksud, tanpa basa basi Ace langsung menghajar orang yang dia kira Blackbeard (Marsall D. Teach) tersebut. Tapi ternyata, Ace baru menyadari kalau orang yang dihajarnya kali ini bukanlah Blackbeard yang dia cari melainkan seorang Dokter yang bernama Dr. Blackbeard. Tapi semua sudah terlambat, Ace sudah terlanjur menendang Dokter tersebut.

Atas perbuatan ceroboh Ace ini, para warga kota menghukum Ace dengan melemparkan Ace ke sungai. Akibatnya karena telah kehilangan kemampuan berenangnya akibat buah setan, Ace hampir mati karena hanyut terbawa arus sungai yang hampir membawanya meninggalkan kota. Beruntung Ace diselamatkan oleh seorang gadis pemerah susu.

Setelah dirawat beberapa saat di rumah gadis tersebut, akhirnya Ace terbangun dari sadarnya. Gadis pemerah susu yang menyelamatkan Ace bernama Moda, Moda pun memberikan Ace secangkir susu, lalu setelah beberapa saat mengobrol, Ace akhirnya mengerti tentang masalah yang tengah di alami Moda yang ingin bertemu dengan orang tuanya yang bekerja di markas Angkatan Laut. Lalu sebagai ungkapan terima kasih Ace terhadap Moda yang telah menolongnya, Ace bersedia mengantarkan surat dari Moda yang ditujukan untuk Markas Angkatan laut G2 dimana orang tua Moda berkerja.

Ace pun berangkat menuju Markas Angkatan Laut G2 di Grand Line, sebelum memasuki markas Angkatan Laut tersebut, Ace berhasil menghajar seorang penjaga angkatan laut dan mencuri pakaian Angkatan Laut. Ace memasuki markas G2 dengan menyamar sebagai salah seorang prajurit Angkatan Laut. Di markas G2 ini, Ace turut makan bersama pasukan Angkatan Laut yang lainnya di kafetaria G2, disini Ace lagi-lagi menghajar seorang prajurit Angkatan Laut yang berbicara jelek tentang kaptennya Whitebeard. Tidak hanya itu, Ace juga menghajar seorang kapten angkatan laut dan menyamar sebagai Kapten Ace, tapi penyamarannya kali ini tidak berhasil karena para Angkatan Laut mengetahui kalau Kapten Ace itu tidak ada. Ace berhasil sembunyi dari kejaran para Angkatan Laut.

Markas G2 itu sendiri dikomandoi oleh Laksamana Mayda Comil. Dalam sebuah rapat Markas G2 yang dipimpin oleh Laksamana Mayda Comil, dihidangkan secangkir Kopi untuk masing2 pesrta rapat. Tapi masalahnya disini adalah Kopi yang dihidangkan sangat “Tidak” enak yang membuat Laksamana Mayda Comil membenci Kopi buatan G2. Sebuah kapal mata-mata rahasia milik Angkatan Laut kembali kemarkas G2. Ace yang sedang dalam penyemarannya tengah menikmati Kopi yang tidak enak dari G2 dikejutkan oleh para prajurit angkatan laut yang berlarian panik karena terjadi kebakaran pada kapal Mata2 Rahasia. Ternyata kapal Mata- mata Rahasia milik Angkatan Laut yang belum sempat merapat ke markas G2, terjadi kebakaran hebat.


Laksamana Mayda Comil sangat khawatir terhadap kapal yang terbakar tersebut karena kemungkinan semua informasi penting dan rahasia akan turut terbakar. Di tengah kepanikan tersebut, sorang prajurit Angkatan Laut melompat kedalam kobaran api di kapal yang terbakar tersebut, dan kembali dengan tubuh yang masih terbakar api dan berhasil menyelamatkan seorang agen Angkatan Laut beserta koper berisi informasi penting. Ternyata prajurit penyelamat tersebut adalah Ace yang sedang menyamar sebagai prajurit Angkatan Laut. Melihat kejadian ini, akhirnya Laksamana Mayda Comil dan para prajurit G2 menyadari bahwa prajurit penyelamat ini adalah Portgas D. Ace. Mereka pun mengejar Ace dan berusaha menangkap Ace.

Ace pun kabur dari kejaran para Angkatan Laut, tapi tiba-tiba Ace teringat Syahrini (loh?) maksud ane Ace teringat sesuatu dan Ace pun kembali menemui Laksamana Mayda Comil untuk memberikan surat yang dititpkan oleh Moda kepada Ace dan Ace pun berhasil melarikan diri.

Laksamana Mayda Comil membuka dan membaca surat dari Moda seorang gadis pemerah susu yang berisikan tawaran untuk merasakan Susu yang enak dan Moda juga menggambarkan peta keberadaan tempat tinggalnya. Ace pun berhasil mendapatkan informasi tentang keberadaan Blackbeard (Marsall D. Teach) dari G2 dan kembali melanjutkan pencariannya.Ditempat dimana Moda tinggal datang sebuah kapal catering makanan Angkatan Laut milik markas G2 yang datang untuk membeli susu. Ternyata petugas Catering Angkatan Laut tersebut adalah kedua orang tua Moda yang bekerja sebagai koki di markas G2. Mereka pun sangat senang dengan pertemuan ini.

Dan mulai saat inilah, penyajian kopi di markas G2 digantikan dengan penyajian susu. Yang membuat senang semua perwira angkatan laut yang merasakan kalau susu tersebut memang enak.